Sunday, December 9, 2007

dan peluang yang. Jangan mau kalah dengan negara lain,karena kita punya kekayaan yang luar biasa. Pemanfaatan peluang harus dimulai sejak dari investasi,promosi, penyiapan jaringan internasional dan penyiapan sumber daya manusia sehingga dapat lebih kompetitif. Kini pemerintah mulai tergugah. Pariwisata mulai ditangani secara serius,lewat pencanangan program Visit Indonesia Year 2008.

Akan tetapi, mampukah program ini membawa pariwisata Indonesia dengan wajah yang baru? Kita lihat saja kelanjutannya.

Ref2

kesempatan yang ada. Mereka mempunyai objek wisata, budaya dan kesenian tradisional yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan negara kita. Namun mereka dapat memanfaatkan sesuatu yang sedikit tersebut untuk memperoleh hasil yang besar. Oleh karena itu, para pelaku pariwisata Indonesia seharusnya melakukan perencanaan yang matang dan terarah,jangan cuma setengah-setengah dalam menjawab tantangan

Ref

Pariwisata telah terbukti dapat menjadi senjata yang ampuh dalam menyerap tenaga kerja,serta mengurangi tingkat kemiskinan di suatu negara. Jumlah wisatawan terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Indonesia sebagai negara yang serba multi : multibudaya, multibahasa, multiagama, seharusnya dapat memaksimalkan momen yang ada. Negara-negara tetangga dengan tanggap sudah menangkap

Refleksi

Pariwisata telah terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,yang secara berkelanjutan akan dapat mengurangi tingkat kemiskinan di suatu negara. Jumlah wisatawan meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Seharusnya Indonesia sebagai negara yang serba multi : multibudaya, multibahasa, multiagama, dapat memanfaatkan momen ini dengan baik. Negara-negara tetangga lainnya sudah lebih

27 jateng

antara lain :
1. Waisak Ceremony di Borobudur.
2. Spektakuler of Candi Cetho Festival di Karang anyar.
3. International Batik Festival.
4. Semarang Pesona Asia.
5. Kedatangan Cheng Ho.
6. Bengawan Solo Festival.
7. Larung Agung Gethek Joko Tingkir.
8. Sail Indonesia 2008.

26 jateng

Peran Jateng dalam pelaksanaan VIY.
Lalu bagaimana peran Jateng untuk turut ambil bagian dalam program Visit Indonesia Year 2008? Jawa Tengah sendiri diperkirakan memberikan kontribusi sebanyak 300 ribu wisatawan mancanegara dari target 7 juta wisatawan yang diharapkan pemerintah pada tahun 2008. Jawa Tengah telah mencatat 10 kalender even yang sudah direncanakan mulai awal tahun 2008. Even-even

25 dua lima

2008, tapi paling tidak Garuda dan Merpati memberikan contoh. Lagipula tidak ada ruginya bagi perusahaan penerbangan. Menteri juga sempat menyindir media massa Indonesia yang gemar sekali memberitakan kejelekan negaranya sendiri. Padahal di Malaysia, jarang sekali ada wartawan yang membuat pemberitaan yang negatif tentang negaranya.